| Ceramah · Arifin Badri · Kejelasan Status Dalam Jual Beli |
|
|
|
| Kamis, 08 April 2010 02:31 | |||
![]()
Rate: Tempat: Di Studio Radio Muslim Langsung Dari Kota Madinah Waktu: Setiap hari Selasa, Pukul 20.00-21.30 WIB Pemateri: Ust. Muhammad Arifin Badri, MA Hafidzahullahu Ta’ala [Beliau merupakan pengasuh situs PengusahaMuslim.com] Diriwayatkan dari sahabat Abu Huroirah rodhiallahu ‘anhu, “Bahwasannya Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam melarang jual-beli ghoror (tidak jelas statusnya).” (Riwayat Muslim) Ibnu Ar-Rusyd Al Mailiki lebih terperinci menegaskan: “Diantara akad jual-beli yang terlarang ialah berbagai jenis akad jual-beli yang berpotensi menimbulkan kerugian pada orang lain, karena adanya ketidakjelasan status. Dan ketidakjelasan status dalam akad jual-beli dapat ditemukan pada: 1. Ketidakpastian dalam penentuan barang yang diperjual-belikan. 2. Ketidakpastian akad. 3. Ketidakpastian harga. 4. Ketidakpastian barang yang dijual-belikan. 5. Ketidakpastian kadar harga atau barang. 6. Ketidakpastian tempo pembayaran atau penyerahan barang (bila pembayaran atau penyerahan barang ditunda). 7. Ketidakpastian ada atau tidaknya barang, atau ketidakpastian apakah penjual kuasa menyerahkan barang yang ia jual. 8. Dan ketidak pastian utuh tidaknya barang yang diperjual-belikan. (Bidayatul Mujtahid 2/148). Simak pembahasannya dan download sekarang juga..!!! Semoga bermanfaat bagi kita semua. Sumber : RadioMuslim.com Kajian |
“Barangsiapa yang mengajak kepada petunjuk, maka baginya ada pahala yang sama dengan pahala orang yang mengikutinya dan tidak dikurangi sedikitpun juga dari pahala-pahala mereka.” (HR Muslim no. 2674).